fbpx
Bencana Alam Di Indonesia

Bencana Alam Di Indonesia 2020, Apa Kabar Palembang?

Medengar kata bencana alam, mungkin tidak akan leopas dari negara Indonesia. Negara ibu pertiwi dapat dikatakan sebagai salah satu negara yang rawan terhadap bencana alam. Wilayah Indonesia dilihat dari kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis termasuk daerah rentan bencana. Bukan tanpa alasan, wilayah Indonesia juga berada pada pertemuan lempeng-lempeng tektonik. Setiap bencana alam yang berada di negara ini, pastinya kira merasa kasian dan tidak akan menyangka anak terjadi bencana alam. Dimana kadang kala memakan korban jiwa dari luka ringan hingga tewas. Siapa yang tidak sedih setiap mendengar berita bencana di tanah peritiwi. Hampir semua provinsi pasti mengalami bencana alam, salah satunya yaitu Sumatera Selatan. Apa aja sih bencana alam di provinsi ini? Yuk simak dulu mengenai bencana alam di Indonesia 2020.

Daftar Isi

Bencana Alam

Terjadinya bencana alam kadang bisa diprediksi dan ada kalanya diluar prediksi. Sebelum lebih jauh mengenai bencana alam, mari kita bahan pengertian mengenai bencana alam. Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan. Baik itu disebabkan oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia. Hal ini mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana dapat dibagi menjadi bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial. Bencana alam  merupakan bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam. Diantaranya berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Sedangkan bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Dan bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antarkomunitas masyarakat dan teror. Kejadian bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan atau pun kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadian.

Bencana Alam Di Indonesia
Foto: Gatra.com

Jenis-Jenis Bencana Alam Di Indonesia

Jenis Bencana Alam Di Indonesia
Foto: Nasional - Republika

Gempa Bumi

Salah satu bencana alam yaitu gempa bumi. Ini merupakan getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antarlempeng bui, patahan aktif, aktvitas gunung api atau runtuhan batuan. akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi. Selain itu gempa bumi juga bisa disebabkan oleh letusan gunung api. Gempa bumi juga bisa diartikan sebagai suatu peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitudo. Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitudo atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besarnya 7 kali lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.

Gempa Bumi
Foto: Mentari News

Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9 skala rickter, meskipun tidak ada batasan besarnya. Di Indonesia gempa bumi besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo yaitu gempa di Aceh pada tahun 2004. Itu merupakan gempa bumi di Indonesia terbesar.

Erupsi Gunung

Erupsi Gunung
Foto: Merdeka.com

Selanjutnya erupsi gunnung berapi atau gunung meletus adalah proses keluarnya magma dari ruang magma dalam perut gunung berapi, akibat aktifitas magma dan pergerakan lempeng tektonik. Erupsi gunung api terjadi ketika adanya tenaga dari dalam bumi yang mendorong perut bumi mengeluarkan isinya. Isi perut bumi yang dimaksud adalah magma. Magma adalah batuan meleleh yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, lebih dari 1.000 derajat celsius. Ketika meleleh, magma menjadi sangat ringan. Ini membuatnya naik ke atas permukaan bumi. Namun jika magma itu padat dan kental, gas yang dikandungnya tak bisa keluar sehingga terjebak di dalam. Gas yang terjebak itu membuat tekanan menjadi tinggi. Tekanan tinggi berbahaya sebab bisa membuat ledakan yang sangat berbahaya bagi kehidupan di permukaan bumi. Selain itu, letusan gunung berapi juga bisa terjadi ketika magma bertemu dengan air yang berada di bawah permukaan bumi. Pertemuan kedua material itu akan menghasilkan uap. Jika uap terperangkap, bisa membuat tekanan di dalam menjadi tinggi. Tekanan tinggi akan membuat ledakan yang dahsyat. Magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Lava yang mendingin nantinya menjadi batu. Selain lava, erupsi gunung juga mengeluarkan abu, gas, dan material panas lainnya. Akibat dari letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.

Tsunami

Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan. Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi. WMO merupakan kependekan dari World Meteorological Organization. WMO atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai Organisasi Meteorologi Dunia merupakan organisasi antar negara yang beranggotakan 193 negara. WMO telah menyediakan aplikasi web based khusus untuk memudahkan kita untuk mengetahui berbagai istilah meteorologi. Aplikasi itu bernama Meteo Term. Dan jika mencari istilah tsunami pada aplikasi tersebut maka kita akan mendapatkan pengertian tsunami. Tsunami adalah gelombang atau serangkaian gelombang, yang dihasilkan oleh gangguan seperti gempa bumi bawah laut yang menggeser dasar laut, tanah longsor, letusan gunung berapi, atau dampak asteroid. Bencana alam ini dapat disebaban oleh gerakan dasar laut yang keras terkait dengan gempa bumi, tanah longsor, lava yang memasuki laut, runtuhan gunung bawah laut, atau dampak meteorit.

Tanah Longsor

Bencana alam di Indonesua lainnya adalah tanah longsor adalah peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai jenisnya. Seperti jatuhnya gumpalan tanah besar atau batuan penyusun lereng. Jumlah kejadian tanah longsor semakin meningkat memasuki musim penghujan, terutama di daerah perbukitan terjal. Penyebab terjadinya tanah longsor diantaranya erosi tanah, curah hujan tinggi, getaran, hutan gundul. Erosi tanah sebagai penyebab yang umum terjadi. Erosi yang menggerus kaki-kaki lereng hingga bertambah curam, disebabkan oleh aliran air hujan, sungai, badai, air bah, atau gelombang laut, dan sebagainya. Curah hujan tinggi menjadi penyebab tanah longsor selanjutnya. Lereng dari bebatuan dan tanah juga semakin melemah melalui saturasi akibat hujan lebat. Setelah melewati masa kemarau Panjang, yang mengakibatkan tanah menjadi kering menimbulkan retakan dan rongga-rongga tanah. Memasuki musim penghujan, sudah pasti air hujan masuk ke rongga tanah dan pori-pori yang terbuka tadi. Sehingga air memenuhi rongga dan terjadinya pergeseran tanah, kemudian mengakibatkan erosi tanah dan longsor. Getaran pada tanah bisa disebabkan oleh gempa bumi, getaran dari mesin, penggunaan bahan peledak, lalu lintas kendaraan, dan terkadang petir juga. Getaran kecil bisa mengakibatkan retakan yang bila dibiarkan, semakin lama bisa terjadi longsor. Apalagi di daerah lereng perbukitan, lebih rawan terjadi getaran akibat kendaraan berat. Penyebab tanah longsor selanjutnya ialah hutan gundul, akibat penebangan liar. Betapa pentingnya pohon terutama daerah bukit, berfungsi sebagai penopang. Akar pohon mampu menyimpan air dan memperkuat struktur tanah, sehingga tidak mudah longsor.

Banjir

Banjir
Foto: Ayobandung.com

Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Pengertian atas bencana alam banjir yaitu peristiwa atau keadaan di mana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Kedatangan banjir dapat diprediksi dengan memperhatikan curah hujan dan aliran air. Namun kadangkala banjir dapat datang tiba-tiba akibat dari angin badai atau kebocoran tanggul yang biasa disebut banjir bandang. Banjir bandang adalah banjir yan datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai. Penyebab banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut, wilayah terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan sedikit resapan air,  pendirian bangunan  disepanjang bantaran sungai aliran sungai tidak lancar akibat terhambat oleh sampah, serta kurangnya tutupan lahan di daerah hulu sungai.

Kekeringan

Kekeringan merupakan salah satu bencana yang terjadi secara alamiah maupun karena manusia. Kekeringan yang terjadi secara alamiah dibedakan menjadi empat, yaitu kekeringan meteorologis, kekeringan hidrologis, kekeringan agronomis, dan kekeringan sosial ekonomi. Kekeringan meteorologis merupakan kekeringan yang disebabkan karena tingkat curah hujan suatu daerah di bawah normal. Kekeringan hidrologis terjadi ketika pasokan air tanah dan air permukaan berkurang. Kekeringan agronomis berkaitan dengan berkurangnya kandungan air di dalam tanah, sehingga pertumbuhan tanaman dapat terganggu. Kekeringan sosial ekonomi merupakan merupakan muara dari semua kekeringan yang telah terjadi sebelumnya karena adanya bencana ini menyebabkan adanya krisis sosial dan ekonomi.

Data Bencana Alam Di Indonesia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau sering disebut dengan BNPB mencatat 2.256 kejadian bencana alam terjadi hingga Oktober 2020. Dari jumlah tersebut, hampir 50 persennya terjadi di Pulau Jawa, yakni sebanyak 1.208 kejadian. Jumlah orang luka-luka akibat bencana alam yaitu, 469 orang. Bukan  hanya memakan korban jiwa namun bencana alam ini juga merusak rumah warga di wilayah terdampak. Dengan jumlah 34.100 rumah rusak, berikut rincian 7.046 rusak berat, 5.069 rusak sedang, 21.985 rusak ringan. Tidak ketinggalan dengan fasilitan umum. Terdiri dari 641 fasilitas pendidikan, 672 fasilitas peribadatan dan 131 fasilitas kesehatan rusak. Bencana banjir telah terjadi sebanyak 822 kali. Selanjutnya, puting beliung 627 kali, tanah longsor 414 kali dan kebakaran hutan dan lahan 320 kali.

Sumatera Selatan, Apak Kabar Palembang?

Palembang merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Menjadi ibukota dari provinsi Sumatera Selatan. Apa yang menarik dari Palembang? Kota ini sudah terkenal sejak dulu sebagai destinasi wisata dan tidak ketinggalan dengan kuliner khas Palembang.

Jika memiliki cukup waktu untuk menjelajahi kota tertua di Indonesia ini, tidak sedikit keunikan dan hal istimewa yang bisa ditemukan. Makanan khas Palembang adalah salah satunya. Alkuturasi dari beragam budaya di kota yang dijuluki Venice of the East ini telah menghasilkan produk kuliner yang bermacam-macam. Walaupun Palembang dikenal dengan pempeknya, tetapi terdapat belasan, bahkan puluhan makanan khas Palembang lain yang bisa kamu coba saat berkunjung ke ibu kota Sumatera Selatan ini. Dari makanan ringan hingga berat, dari restoran besar hingga kaki lima di pinggir jalan.

Palembang yang merupakan salahsatu kota metropolitan di Indonesia ini, terus berusaha mengembangkan diri menjadi kota yang maju dan terdepan. Bukti nyatanya adalah Kota Palembang juga pernah menjadi salah satu kota diselenggarakannyan ASEAN Games pada tahun 2018 silam. Tak hanya itu, Kota Palembang juga sering digunakan untuk berbagai macam kegiatan di nasional maupun internasional. Akan tetapi selama tahun 2020, terjadi bencana sebanyak 149 kali kejadian bencana, dan terbanyak kebakaran rumah penduduk 70 kali, banjir 39 kali, tanah longsor 16 kali, angin puting beliung 11 kali, banjir bandang 10 kali dan kecelakaan perahu motor 3 kali. Angka yang sangat drastis di kondisi yang bisa dikatakan cukup sulit bagi masyarakat di tengah pandemic Covid-19. Secara geografis, Provinsi Sumatera Selatan rentan dihantam bencana alam. Daerah yang dimaksud terletak di bagian barat, dan merupakan kawasan dataran tinggi dan pegunungan. Potensi bencana alam di Palembang seperti tanah longsor, banjir bandang dan angin puting beliung. Sementara di bagian timur Sumatera Selatan yang merupakan dataran rendah dan perairan seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI) dan Palembang, mempunyai potensi terjadinya potensi banjir akibat luapan air sungai. Hal ini dapat menimbulkan genangan yang dipengaruhi oleh musim hujan dan pasang air laut dan abrasi pantai.

Sumber: Liputan 6, Kompas, RRI

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *