fbpx
header cara hidup hemat dan sederhana

Frugal Living, Cara Hidup Hemat dan Sederhana

Masa pandemi membuat banyak orang harus kembali berpikir ulang dalam mengatur keuangannya. Berbagai cara hidup hemat dan sederhana mulai banyak bermunculan. Tapi akhir-akhir ini makin banyak saja terdengar istilah “Frugal Living”. Apa sih yang dimaksud dengan frugal living ini? Frugal living yang memiliki arti harfiah “Hidup Hemat” berarti harus berhati-hati dalam membuat pengeluaran. Jika dilakukan dengan tepat, kamu bisa memprioritaskan hal-hal yang bagi kamu sangat penting. Oleh karena itu, konsep hemat yang dimaksud disini bisa sangat berbeda-beda menurut tiap individu. Hidup hemat bukan berarti kamu adalah orang yang pelit. Hemat yang dimaksud adalah memangkas hal-hal yang kamu rasa tidak begitu dibutuhkan, sedangkan pelit berarti kamu membeli suatu barang tanpa melihat kualitasnya baik atau buruk, bagi kamu hal yang paling penting adalah barang yang kamu beli itu murah.

Tentunya, mencoba gaya hidup hemat tidak mudah. Pastinya ada saja hal yang harus kamu korbankan agar kamu bisa mencapai prioritas atau goal yang ingin kamu capai. Sama seperti kata pepatah, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian”. Jika kamu mengurangi uang belanja baju kamu, mungkin kamu jadi bisa menabung untuk biaya liburan kamu selanjutnya! Nah, apa aja ya cara hidup hemat dan sederhana yang bisa mulai kamu coba terapkan?

Membuat Budget

Foto: Pixabay/Peter Buissinne

Agar bisa sukses, hal paling pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat budget atau anggaran. Walaupun kamu malas, kamu harus ya melakukan hal ini! Dengan membuat anggaran, kamu bisa melihat apa saja sumber pendapatan yang kamu miliki serta pengeluaran apa saja yang kamu perlukan. Kalau kamu masih kesulitan, kamu bisa coba dulu membuat daftar apa saja pendapatan dan pengeluaran kamu dalam satu bulan. Dengan begitu kamu bisa memangkas pengeluaran-pengeluaran yang kamu rasa tidak begitu dibutuhkan.

Saat ini juga telah banyak aplikasi budgeting di ponsel yang bisa kamu gunakan, penggunaan aplikasi ini akan memudahkan kamu untuk melacak berbagai pengeluaran kamu. Pengeluaran kamu pun jadi tidak begitu membengkak karena kamu sudah tahu apa saja yang harus kamu dahulukan. Namun, jangan lupa ini bukan berarti kamu tidak boleh memanjakan diri kamu sama sekali ketika mengeluarkan uang ya! Kamu tetap bisa berbelanja hal-hal yang kamu inginkan asal kamu bisa mengalokasikan budget kamu dengan baik.

Masak-Masak di Rumah

masak di rumah
Foto: Pixabay/Martin Vorel

Makanan dari berbagai restoran di sekitarmu pastinya terlihat enak ya, tapi membeli makanan dari luar ternyata merupakan salah satu pengeluaran yang cukup besar loh. Kamu bisa mulai mencoba memasak di rumah sebagai salah satu memulai cara hidup hemat dan sederhana. Selain akan sangat menghemat pengeluaran kamu, memasak juga bagi berbagai orang bisa mengurangi stres dan kamu juga bisa meningkatkan skill kamu. Apalagi kamu bisa juga membuat makanan viral sendiri yang pastinya kalau dijual di restoran menjadi mahal.

Pastinya tidak mudah bagi kamu untuk melakukan hal ini. Mungkin kamu tidak begitu pandai memasak atau kamu tidak punya banyak waktu? Kamu bisa mencoba untuk membuat meal plan. Meal plan adalah jadwal makanan yang akan kamu buat untuk seminggu ke depan. Setidaknya dengan membuat jadwal ini kamu jadi tidak begitu bingung setiap harinya dan bisa membuat makanan-makanan yang kamu anggap sederhana dan tidak menyita banyak waktu kamu. Kamu juga bisa membuat persediaan berbagai frozen food supaya memudahkan kamu untuk memasak. Selain menyehatkan keuangan kamu, tubuh kamu pun jadi sehat karena makanan rumahan.

Beli Barang Bekas? Kenapa Tidak?

barang bekas
Foto: Pixabay/Olivia Gonzalez

Tidak perlu lagi kamu pergi ke pasar untuk mencari-cari barang bekas, karena thrift shop kini sudah banyak menjamur sebagai online shop. Kalau kamu aktif di media sosial seperti instagram atau twitter, kamu bisa lihat pasti banyak sekali akun yang menjual baju atau barang bekas. Barang-barang yang dijual ini pun masih banyak sekali yang masih bagus dan dijual pula dengan harga yang miring.

Apalagi style baju-baju vintage dari tahun 80, 90 dan 2000-an sudah kembali, dengan baju baju dari thrift shop (Toko Barang Bekas) ini kamu bisa tetap terlihat gaya dengan budget yang sedikit. Jadi, apakah kamu tertarik mencoba cara hidup hemat dan sederhana yang satu ini?

Do It Yourself

do it yourself
Foto: Arturs Budkevics

Jika kamu kreatif dan cukup lihai dalam berbagai kerajinan tangan, kenapa tidak membuat barang-barang yang kamu butuhkan sendiri? Akan ada saat-saat dimana kamu menginginkan suatu barang, tapi kamu tidak bisa membelinya karena terlalu mahal atau malah tidak ada yang pernah membuatnya. Bisa juga sesederhana kamu ingin menggunakan barang barang yang sudah jarang kamu pakai dipermak menjadi lebih cantik.

Selain mendukung gerakan go green, membuat barang-barang yang kamu perlukan sendiri akan membuat kamu merasa senang karena berhasil membuat suatu karya sendiri yang bagus. Jika kamu punya cukup waktu dan merasa skill kamu sudah mumpuni, kamu bisa manfaatkan kemampuan kamu untuk dijadikan pekerjaan sampingan. Kenapa tidak? Setidaknya bisa mulai kamu coba dengan menunjukkan hasil karya yang paling kamu sukai kepada keluarga atau pun teman-teman terdekat kamu ya!

Tahan Godaan Belanja untuk Hidup Hemat

belanja
Foto: Pixabay/Andreas Lischka

Impulsive buying, adalah sebuah istilah yang merujuk pada pembelian yang tidak direncanakan atau dibuat tepat sebelum membeli. Pembelian impulsif ini seringkali terjadi karena emosi yang kamu miliki. Kamu sedang stress dan tiba-tiba ingin membeli banyak pakaian? Coba lebih bertahan ya perasaan seperti itu, karena tanpa sadar kamu mungkin bisa terus menerus membeli dan menjadi tidak peduli dengan budget yang sudah kamu buat sebelumnya.

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk menyiasati hal ini adalah saat membuat anggaran atau budget di awal bulan, sisihkan untuk membeli barang-barang yang kira kira akan kamu beli kalau sedang merasa stres. Satu hal lagi adalah dengan bertahan tidak membeli dulu selama satu hari atau lebih, tanyakan pada diri kamu sendiri apakah kamu benar-benar membutuhkannya sekarang? Bagaimana kalau barang yang kamu inginkan itu sedang diskon dan hanya 24 jam saja diskonnya? Tetap bertahan untuk tidak membeli, percaya deh karena diskon pasti akan datang lagi.

Jasa Penyewaan Bisa Kamu Manfaatkan!

sewa
Foto: Pixabay/Anastasia Gepp

Setiap ada acara penting kamu harus beli jas atau dress baru karena tidak ingin terlihat punya baju yang itu-itu aja? Kamu harus perlahan buang kebiasaan ini. Selain kamu merasa ada tekanan tidak sehat dari sekeliling kamu, ini juga bisa membuat pengeluaran kamu membengkak loh. Kalau kamu tetap ingin memakai dress yang berbeda-beda di tiap acara, atau memang dikarenakan dress code yang beragam banyaknya kamu bisa memilih melakukan penyewaan saja.

Kini ada banyak sekali pilihan dress cantik yang disewakan oleh berbagai tempat penyewaan. Harga yang disewakan pun termasuk murah antara Rp 150.000 sampai dengan jutaan rupiah tergantung dress yang kamu pilih. Ini termasuk pilihan yang bijak dibandingkan kamu harus membeli berbagai macam dress dan jarang bahkan mungkin tidak pernah menggunakannya lagi ke depannya. Selain menyewa baju, pastinya kebiasaan menyewa ini juga bisa diaplikasikan ke berbagai barang lainnya ya yang kamu rasa hanya akan dipakai sekali dua kali saja.

Part Time Job, Pendapatan Tambahan untuk Membantu Hidup Hematmu

part time - kerja paruh waktu
Foto: Pixabay/StockSnap

Kalau kamu ingin penghasilan tambahan, tidak ada salahnya untuk mencoba punya pekerjaan sampingan. Berbagai pekerjaan sampingan pun kini sudah banyak pilihannya, dan kamu tidak perlu juga berdiam di satu tempat. Terutama bagi kamu yang sudah memiliki pekerjaan tetap, kamu tetap bisa punya pekerjaan lain untuk menambah penghasilan kamu. Berbagai pekerjaan sampingan seperti menjadi penulis artikel di website, jual produk makanan atau make up secara online, pengisi suara audiobook bisa kamu lakukan sesuai dengan kesukaan kamu. Pastinya kamu harus tetap memperhatikan waktu yang kamu miliki ya, jika pekerjaan sampingan terlalu membuat kamu lelah atau terlalu banyak memforsir kamu, bisa kamu hentikan.

Cari Barang-Barang yang Sudah Tidak Kamu Butuhkan

declutter
Foto: ozip.com.au

Kamu punya banyak banget barang di rumah? Ternyata barang-barang itu menumpuk dan banyak yang tidak kamu gunakan? Cobain deh buat declutter. Declutter pada dasarnya dilaukan untuk mengurangi barang-barang yang jarang kamu gunakan, mulai dari baju sampai hal-hal kecil seperti pernak-pernik. Apa saja yang bisa kamu lakukan jika ingin mencoba kegiatan ini?

Pertama coba lihat-lihat dulu apa saja barang yang ada di rumahmu, buat daftar untuk melihat barang apa saja yang benar-benar kamu butuhkan dan sudah jarang kamu gunakan? Pilah barang-barang dengan menggunakan metode 4 Kotak. Setiap kotak ini akan kamu labeli sebagai Sampah, Donasi, Simpan dan Pindahkan. Barang yang masuk sebagai sampah tentu akan dibuang, barang-barang yang masuk ke dalam kotak donasi bisa kamu berikan pada yang lebih membutuhkan atau bisa juga kamu jual kembali ke toko barang bekas. Barang-barang yang disimpan tentu akan disimpan pada posisinya semula, sementara barang-barang yang masuk ke dalam kategori “Dipindahkan” akan disimpan tapi ditaruh di tempat penyimpanan yang berbeda dari sebelumnya.

Declutter terdengar mudah, namun sebenarnya sulit terutama kalau kamu menyukai memiliki banyak barang. Jika kamu tidak begitu nyaman melakukan kegiatan ini, tidak masalah karena memang tidak semua orang cocok menggunakan metode ini. Kamu bisa tetap mencoba berbagai tips lainnya untuk memulai hidup hemat dan sederhana versi kamu sendiri!

Hidup Hemat dan Sederhana dengan Jalan Kaki atau Bersepeda

jalan kaki dan sepeda
Foto: Pixabay/ S. Hermann & F. Richter

Bersepeda kini semakin menjadi tren. Tidak hanya sekadar olahraga dan hobi, tapi juga sebagai gaya hidup. Dengan masih menjangkitnya pandemi di berbagai daerah, tentu meminimalisir pergerakan kita. Meskipun begitu akan ada saatnya bagi kita untuk harus keluar rumah atau pergi ke minimarket. Kamu bisa mulai mencoba untuk bersepeda dan berjalan kaki jika ingin pergi ke berbagai tempat yang dirasa tidak begitu jauh dari rumah kamu.

Selain pastinya akan menghemat pengeluaran kamu, menurut Arthritis Foundation, beberapa manfaat dari berjalan kaki adalah meningkatkan sirkulasi darah, membuat mood kamu menjadi lebih baik, memperkuat otot, mengurangi berat badan, mengurangi resiko penyakit Alzheimer (Sebuah penyakit yang dapat menghancurkan memori dan fungsi mental lainnya), serta dapat mengurangi insomnia. Dengan begitu banyak manfaat kesehatan yang diberikan dari berjalan kaki, apa kamu jadi tertarik untuk mencobanya sebagai salah satu cara hidup hemat dan sederhana?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *