fbpx
Manfaat Bir Yang Diminum Bangsa Barat

Simak 9 Manfaat Bir Yang Diminum Bangsa Barat

Mendengar minum beralkohol yaitu bir pastinya sudah tidak asing lagi. Minuman yang kerap dianggap minuman yang memabukkan dan mengaibatkan hal-hal negative. Bir merupakan minuman beralkohol kerap dikonotasikan secara negatif, hal ini dikarenakan dianggap memabukkan. Minuman ini sangat populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bir termasuk mudah didapatkan, karena dijual dengan bebas dengan mengikuti regulasi yang berlaku. Kadar alkohol pada bir umumnya hanya empat hingga enam persen saja. Minuman yang kerap dianggap negatif, bir tidak sepenuhnya membawa dampak negatif bagi tubuh. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa ada khasiat dan manfaat bir bagi yang diminum bangsa barat bagi kesehatan tubuh.

Daftar Isi

Proses Pembuatan Bir

Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu (Sriyani, 2008). Tidak jelas benar dari mana kata bir berasal. Namun proses pembuatannya sendiri sudah ditemukan sejak lama. Sebuah prasasti yang ditemukan di delta subur antara sungai Eufrat dan sungai Trigis di kawasan Mesopotamia (sekarang kawasan irak) dan diperkirakan berasal dari masa sekitar 6.000 SM, sudah memuat gambaran tentang proses pembuatan bir. Sebuah relief yang terdapat di makam kuno di Mesir dari masa sekitar 2.400 SM juga menggambarkan proses pembuatan bir dengan bahan “barley” (barli), yaitu semacam rumput yang bijinya bisa diolah menjadi bir. Sejarah selanjutnya menapak pada tahun 2.000 SM ketika Raja Hammurabi dari Babylonia merilis resep tentang cara pembuatan dan penyajian bir. Di Mesir sendiri, sang Fir’aun (pharaoh) juga terkenal sebagai ahli pembuat minuman hasil fermentasi ini.

Manfaat Bir Yang Diminum Bangsa Barat
Foto: Entrepreneur

Menurut Ensiklopedi Britanica, seorang sejarawan asal Romawi bernama Pliny dan Tacticus mencatat bahwa bangsa dari suku Saxon, Celt, Nordic dan Germanic sudah menkonsumsi sejenis bir tak berwarna (disebut ale). Istilah ini juga berkembang diantara istilah-istilah lain di kalangan bangsa Anglo-Saxon seperti istilah Malt, Mash, dan Wort. Pada abad 15, pembuatan bir di Jerman menggunakan teknik fermetasi yang berbeda. Prosesnya dilakukan dengan proses fermentasi dasar, bukan fermentasi di atas bahan bakunya. Bir yang dihasilkan disebut dengan lager (dari bahasa Jerman: Lagern = menyimpan) karena bir pada masa itu dibuat pada musim dingin dan membutuhkan es untuk menyimpannya pada musim panas. Proses pembuatan bir kemudian berkembang dengan adanya kontrol yang baik menggunakan termometer dan sakarimeter yang bis amengukur kadar gula. Dengan paduan teknologi pembuatan es dan sistem pedinginan, pembuatan bir bisa dilakukan pada musim panas. Tapi cita rasa bir masih juga tak bisa ditentukan, sebab sangat dipengaruhi proses berubahnya gula menjadi alkohol oleh sel ragi. Lalu muncullah Louis Pasteur yang berargumen bahwa walaupun semua jenis sel ragi bisa dimanfaatkan untuk fermentasi, namun tidak semua sel ini cocok bagi proses pembuatan bir. Sel-sel yang tertentu saja yang akan menghasilkan cita rasa bir yang tinggi. Proses Pasteurisasi yang ditemukannya juga mampu membuat bir menjadi lebih tahan lama, setelah memanaskan bir hingga 70 derajat celcius agar mikroorganisme tidak aktif. Berbagai teknologi yang kemudian ditemukan juga membuat bir yang dihasilkan menjadi seperti yang kita kenal saat ini.

Kandungan Bir

Sebelum membahas manfaat bir bagi yang diminum bangsa barat, mari kita membahas sedikit mengenai kandungan bir. Melansir The Pharmaceutical Journal, Brian Lockwood dari the University of Manchester School of Pharmacy and Pharmaceutical Science memaparkan sejumlah zat utama yang umumnya terkandung di dalam bir. Berikut ini beberapa kandungan bir yang perlu diketahui:

1. Alkohol

Alkohol adalah kandungan utama pada minuman bir. Kadar alkohol di dalam bir berbeda-beda, tergantung produsennya. Di Belgia, berbagai produk bir yang dijual lazimnya mengandung alkohol mulai dari 0,05 persen hingga lebih dari 10 persen. Namun pada umumnya, kadar alkohol di dalam bir berkisar di angka 3 hingga 6 persen.

2. Vitamin dan Mineral

Di dalam minuman bir juga terkandung vitamin dan juga mineral. Pada umumnya terdapat vitamin B kompleks, sedangkan untuk mineral seperti selenium dan potasium. Selain itu, beberapa produk bir juga mengandung serat sebanyak 0,4 sampai 6,2 persen.

3. Kalori

Kandungan zat etanol pada bir membuat minuman ini juga diperkaya oleh kalori, dengan rata-rata kadar mencapai 7 Kkal/gram. Kadar kalori tersebut belum termasuk yang dihasilkan oleh pati yang juga terdapat di dalam bir, yang mana pati tersebut umumnya berkontribusi sebanyak 25 persen dari total kandungan bir.

4. Rempah-Rempah

Sejumlah produsen bir juga memasukkan bahan rempah ke dalam produk bir yang mereka produksi dan lepas ke pasaran. Beberapa jenis rempah-rempah dan bahan alami lainnya yaitu: humulus lupulus, chamomile akar ginseng, kayumanis, daun coriander, daun semanggi, dan kulit jeruk.

 

Simak Manfaat Bir Bagi Yang Diminum Bangsa Barat

Terdapat manfaat bir yang diminum bangsa barat untuk kesehatan. Namun tentu saja manfaat ini hanya akan didapat jika bir diminum sesekali saja dan tidak berlebihan dan tidak sampai membuat mabuk.

1. Kesehatan Otak

Manfaat bir yang diminum bangsa barat yaitu kesehatan otak. Melalui penelitian pada 3.660 peserta, ditemukan bahwa orang yang minum bir kurang dari seminggu sekali akan lebih besar risikonya terkena stroke dibanding yang suka minum bir. Peneliti menyimpulkan, hal ini terjadi karena alkohol memiliki kemampuan untuk mengencerkan darah, sehingga mencegah terjadinya penggumpalan. Tetapi, minum bir terlalu banyak juga akan menyebabkan atrofi otak (volume atau kemampuan otak berkurang). Selain itu, minum bir yang kaya akan nutrisi, seperti yang mengandung protein, vitamin B, zat besi, riboflavin dan magnesium.

2. Membantu Mencegah Alzheimer

Mencegah Alzheimer
Foto: News Medical

Kandungan zat silikon dalam bir dapat mencegah berbagai bentuk demensia dan gangguan kognitif, termasuk Alzheimer. Isi silikon dalam bir ini, diduga melindungi otak dari efek berbahaya dari tingginya zat aluminium dalam tubuh, yang merupakan salah satu kemungkinan penyebab Alzheimer terjadi. Dengan peneliti di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine menganalisis beberapa studi dan menyimpulkan bahwa para peminum bir 23% lebih kecil kemungkinannya untuk terkena penyakit Alzheimer.

3. Kaya Antioksidan

Bir yang mengandung antioksidan memiliki kandungan zat xanthohumol. Zat ini diketahui memiliki sifat anti-kanker yang membantu menangkis enzim penyebab kanker di dalam tubuh. Orang yang minum bir secukupnya bisa membantu mencegah reaksi kimia tertentu yang dapat menyebabkan kanker prostat pada pria. Bir juga telah terbukti mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara pada wanita.

4. Membantu Mengatasi Ketombe

Manfaat lain yang menarik tentang bir adalah bir juga bisa digunakan sebagai obat alami yang bisa membasmi ketombe di kepala. Faktanya bir dikaitkan dengan kadar ragi yang tinggi dan kaya akan vitamin B. Dengan hanya membilas rambut dengan bir sekitar dua sampai tiga kali seminggu, hal ini ampuh  untuk menyingkirkan ketombe dan membuat rambut lembut dan mengkilap.

5. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Mencegah Sakit Jantung
Foto: CNBC Indonesia

Sebuah penelitian pada tahun 2012 menemukan bahwa mengonsumsi bir dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular pada tubuh. Para peneliti juga menyimpulkan, pada tipe bir ini terdapat zat anti oksidan alami, yang dikenal sebagai fenol. Fenol dan antioksidan inilah yang meningkatkan fungsi jantung.

Beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi bir dan alkohol bisa menurunkan risiko seseorang menderita penyakit jantung. Dalam penelitian selama 3 bulan terhadap 36 orang dewasa obesitas ini, partisipan perempuan mengonsumsi satu gelas sementara yang laki-laki mengonsumsi dua gelas. Hasilnya, kadar kolesterol baik (HDL) mereka meningkat serta kemampuan tubuh membuang kolesterol jahat juga makin optimal. Namun di sisi lain, konsumsi alkohol berlebihan justru meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

6. Mencegah Stroke

Manfaat Bir Yang Diminum Bangsa Barat Mencegah Stroke
Foto: Carrus Health

Terdapat riset yang telah menemukan bahwa jumlah konsumsi bir yang terbatas membantu mencegah pembekuan darah, yang bertanggung jawab untuk menghalangi aliran darah ke jantung dan organ tubuh lainnya. Hal ini akan membantu untuk menegah terjadinya penyakit stroke.

7. Menguatkan Tulang

Manfaat bir yang diminum bangsa barat lainnya adalah meguatkan tulang. Hal ini disebabkan minuman beralkohol bir mengandung silicon yang baik untuk kesehatan tulang. Walau bir bukan tergolong minuman yang direkomendasikan. Dalam studi yang dimuat dalam Journal of the Science of Food and Agriculture, bir yang kaya akan kandungan barley dan hops memiliki silikon lebih banyak dibanding bir yang terbuat dari gandum.

8. Potensi Mengendalikan Kadar Gula Darah

Konsumsi alkohol dalam porsi sedikit juga berpotensi mengendalikan kadar gula darah. Dalam beberapa penelitian, konsumsi bir dalam jumlah sedikit dapat menurunkan resistansi insulin yang merupakan faktor risiko diabetes. Secara tidak langsung, hal ini bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 juga. Ada pun penelitian yang dilakukan lebih besar dengan melibatkan 70.500 partisipan. Dalam kelompok ini, laki-laki mengonsumsi 14 gelas dan yang perempuan mengonsumsi 9 gelas dalam sepekan. Hasilnya menunjukkan risiko diabetesnya menurun 43% dan 58%.

9. Potensi Hidup Lebih Lama

Adapun manfaat bir bagi yang diminum bangsa barat yaitu potensi hidup lebih lama. Hal ini terdengar terdengar kontradiktif, namun ada juga penelitian yang menyebut konsumsi alkohol secukupnya bisa menurunkan risiko kematian lebih cepat, terutama pada masyarakat Barat.

Bir
Foto: Daily Mail

Namun lagi dan lagi, konsumsi alkohol juga menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di Amerika Serikat karena risiko menderita penyakit kronis, terlibat kecelakaan, dan masalah sosial. Ada hal yang perlu diingat bahwa potensi manfaat minum bir di atas hanya berlaku apabila konsumsinya dalam jumlah sedikit atau sewajarnya dan tidak menyebabkan mambuk. Jika konsumsi alkohol seperti bir berlebihan, maka justru menimbulkan banyak dampak negatif bagi kesehatan. Perhitungkan pula bahwa bir mengandung kalori sama banyaknya seperti minuman dengan pemanis tambahan, bahkan red wine mengandung kalori dua kali lipat lebih banyak. Meski belum ada penelitian yang membuktikan korelasi langsung antara alkohol dan bertambahnya berat badan, kebiasaan minum alkohol berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas.

Persepsi tentang berapa konsumsi alkohol yang masih dianggap wajar juga berbeda-beda bagi tiap orang. Di Amerika Serikat, satu gelas alkohol yang dianggap wajar dikonsumsi adalah yang mengandung 14 gram alkohol, ini disebut “standard drink”. Namun berbeda merek, berbeda pula penghitungannya. Jadi, kembali lagi pada pilihan setiap orang ketika sudah dihadapkan dengan konsumsi alkohol yang bisa ditoleransi. Jika dikonsumsi sedikit, beberapa potensi manfaat minum bir di atas bisa saja dirasakan.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *